Inilah Sepuluh Panduan Membeli Rumah Bekas

  • Whatsapp

Beberapa orang menyebutkan, cari rumah itu tidak simpel serta cocok-cocokan seperti mencari pacar (jodoh). Jika berjodoh, tentu jalannya akan dipermudah untuk memperolehnya demikian lantas sebaliknya. Di sisi lainnya tidak kebanyakan orang sanggup beli rumah baru dari pengembang, tetapi jangan salah, rumah second ada kemungkinan pilihan yang bagus serta wajar untuk dihuni. Berikut di bawah ini ada sekian banyak panduan untuk beli rumah second :

  1. Mengupayakan agar untuk beli rumah dari pemiliknya sendiri. Trik beli rumah second yang terhebat yaitu langsung dari pemiliknya sendiri/tiada penghubung, sebab di sana anda dapat peroleh info dengan detil mengenai rumah yang mau dibeli. Tidak hanya itu dengan beli langsung, harga semakin lebih murah sebab penjual tak usah berikan komisi terhadap broker/penghubung.
  2. Pilih broker/penghubung yang pas. Apabila terpaksa sekali anda harus beli rumah lewat layanan broker/penghubung, karena itu pilih broker yang telah anda mengenal/dapat anda yakin. Pilihan lain yakni dengan mengharap rekomendasi broker properti dari saudara/relasi-relasi anda. Apabila tidak, baiknya pakai layanan broker porperty populer yang telah punyai reliabilitas baik, yang akan menolong waktu pengurusan dokumen jual beli, serta waktu penyerahan KPR kalau anda memiliki rencana beli rumah itu dengan mencicil ke bank.
  3. Tanyalah umur bangunan rumah. Dengan simple anda dapat mengklasifikasi umur bangunan rumah adalah : baru (kurang dari 10 tahun), tengah (10 s/d 20 tahun) serta tua (lebih dari 20 tahun). Apabila sudah pernah dilaksanakan set-ulang, tanyalah kapan akhir kali dilaksanakan set-ulang. Tentu ini bukanlah dasar baku, sebab semestinya akan dikuasai oleh kualitas bahan bangunan, model susunan serta kualitas pembuatan yang digunakan pada rumah itu. Yang pasti, bertambah tua umur bangunan karena itu performa-nya bertambah mengalami penurunan, serta bermakna anda harus siap-siap menganggarkan dana untuk melakukan renovasi rumah itu.
  4. Cek sekitar lingkungan rumah. Peroleh info mengenai keadaan sekitar lingkungan rumah, khususnya apabila rumah itu mau anda menempati bersama dengan keluarga. Jangan sempat anda sedih sebab nyatanya area rumah itu susah dibuka, riskan keamanan, jauh dari fasilitas pendidikan atau serta nyatanya kerap kebanjiran !!
  5. Cek dokumen kelengkapan rumah. Periksalah keaslian sertifikat rumah (SHM), sertifikat Ijin Dirikan Bangunan (IMB), bukti Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan selanjutnya melakukan cross cek pada semua dokumen itu. Kalau nyatanya nama yang tercantum disana tidak sama seperti nama penjual rumah, tanyalah status hubungan. Apabila tuturnya belum dilaksanakan proses Balik Nama, mohon Akta Jual Beli yang resmi atas rumah itu. Untuk rumah yang dengan status harta warisan, tanyalah seberapa banyak pakar waris sahnya. Point ini penting sekali untuk anda, buat menjauhi problem hukum yang tidak dibutuhkan di masa yang akan datang.
  6. Cek harga. Cari info sebanyak banyaknya mengenai harga market tanah serta rumah di kurang lebih area rumah itu, sampai anda dapat kerjakan penawaran dalam rata-rata harga yang sepatutnya. Terlebih-lebih apabila anda memiliki rencana beli rumah itu untuk setelah itu menjualnya .
  7. Mencari informasi sebanyaknya baik dari situs jual beli rumah, koran, datang ke pameran rumah, sampai berputar di ruangan rumah teman atau saudara untuk memandang keadaan lingkungan perumahan.
  8. Yakinkan anda datang ke rumah tujuan, untuk tahu keadaan bangunan rumah, adakah tembok yang retak, atap bocor atau resapan air hujan di tembok.
  9. Coba iseng tanya-tanya ke tetangga, sejarah rumah itu. Siapa ketahui nyatanya berlangsung pergesekan rumah itu atau lebih kritis sisa berlangsung pembunuhan.
  10. Apabila anda tertarik utarakan KPR jadi pembayaran, yakinkan rumah itu ada di urutan yang strategis (di lewati oleh 2 mobil, tidak dekat kuburan, tidak banjir, dll).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *