Simak Tips Mengendarai Mobil Matic Sesuai Safety Driving

  • Whatsapp

Hampir tiap orang di dunia gunakan kendaraan jadi alat transportasi mereka ditambah lagi terutamanya di Indonesia. Jumlahnya pemakai kendaraan di Indonesia sangat banyak seperti mobil, bis, sepeda motor, truk, serta pick up. Beberapa orang punyai potensi yang berlainan ada yang dapat beli mobil, ada yang cuma dapat beli motor semuanya itu terkait potensi finansial semasing orang. Beberapa orang yang benar-benar menginginkan kendaraan yang cepat serta aman dapat serta dapat memuat beberapa orang di dalamnya. Oleh karena itu mobil lah pilihan yang paling pas, walaupun cepat serta aman dan dapat memuat beberapa orang di dalamnya. Harga mobil sendiri sangat mahal serta cuma demikian orang saja yang dapat dapat beli mobil. Tapi saat ini masa serba hebat serta credit lantas di permudah, dengan demikian jumlahnya kendaraan di Indonesia semakin bertambah lantaran layanan credit.

Read More

Di masa yang serba kekinian lantas, apabila dulu mobil cuma punyai 1 transmisi saja ialah manual. Saat ini mobil punyai 2 transmisi ialah manual serta matic (automatic). Pada tehnik kesempatan ini kita dapat mengkaji berkenaan safety driving pada mobil matic saja. Lantaran matic tidak sama dengan mobil manual, mobil matic tak butuh kopling. Cukup hanya dengan pijakan rem serta gas saja, tapi butuh di kenali utamanya injak rem lebih dahulu sebelum beranjak gas. Lantaran mobil matic cuma di nyalakan starternya lalu tarik handrem lalu ubah ke D (Down) mobil langsung berjalan sendirinya. Ada satu insiden sekian tahun yang lampau berada di satu parkiran Mall di Jakarta. Disaat itu sang pengendara memarkirkan mobil di parkiran lantai teratas serta apesnya tak ada pagar atau tembok penyangga dibelakangnya. Sampai disaat ia pengen memajukan mobil langsung di starter tanpa ada di injak rem lebih dahulu, karena itu mobil berjalan mundur lantaran ada di urutan R (Retreat) serta mobil jatuh dari ketinggian. Mudah-mudahan pemakai mobil matic yang lain dapat lebih siaga serta konsisten memerhatikan SOP (Standar Operating Procedure) waktu berkendaraan sampai dapat berkendara dengan nyaman dan aman.

Konsisten Tenang serta Berdoa

Ini ialah poin khusus lantaran disaat berkendara mesti dalam kondisi tenang serta jangan was-was konsisten tenang focus dengan peraturan berkendara serta janganlah lupa mohon keselamatan dengan berdoa sesuai kepercayaan semasing. Janganlah lupa mohon izin terhadap orang yang di meninggalkan disaat berkendara, biar selamat tiba di tujuan serta kembali pada rumah dengan selamat.

Selamanya Simak SOP (Standar Operating Procedure) dalam Berkendara

Jangan sampai sesekali melewatkan perihal ini lantaran penting. SOP dalam berkendara mencakup bagaimanakah caranya menstarter mobil lalu menarik handrem serta menempatkan urutan sekiranya di D atau kah di R. Lalu menyalakan AC serta menyalakan radio. Dan apabila saat malam hari pakai lampu depan buat penerangan. Lantas disaat hujan pakai wiper biar konsisten dapat lihat jalan di muka.

Jangan Lupa Pasang Safety Belt (Sabuk Pengaman)

Banyak pengendara yang melewatkan perihal ini. Ini benar-benar hal kecil tapi resikonya begitu besar kemungkin seperti di tilang polisi lantaran tak menaati aturan jalan raya. Nah sebaiknya jadi pengendara yang baik harus mengontrol serta menaati peraturan jalan raya yang berlaku. Sukai atau mungkin tidak sukai haruslah tetap dilaksanakan lantaran buat kebaikan bersamanya.

Berkendara dengan Aman

Konsisten menuruti aturan jalan raya yang berlaku seperti disaat mau membalap simak jalan apabila garis marka itu bergaris putus-putus karena itu bisa di pakai buat membalap tapi siaga mobil dari arah yang terbalik. Sebaliknya apabila garis marka tak putus-putus itu berarti di larang buat membalap atau ada dekat sama garis itu lantaran dapat menimbulkan jarak di antara mobil yang di kendarai dengan mobil dari arah terbalik benar-benar dekat serta dapat menimbulkan mobil lecet atau ke senggol bodi mobilnya.

Simak Traffic Light (Lampu Lantas Lintas)

Buat orang yang dapat di mengatakan tak sabaran dalam berkendara atau begitu tergesa-gesa disaat lampu udah kuning atau hijau tapi saat merah langsung melesat dalam waktu cepat. Hal semacam itu dapat membahayakan pemakai mobil yang lain. Lebih aman apabila mengikuti aturan disaat lampu beralih merah semestinya berhenti tapi apabila yang mau belok kiri karena itu bisa jalan terus, jikalau lampu memberikan kuning yang bermakna berhati-hati konsisten tenang sampai lampu berubah jadi hijau baru mobil bisa melesat kembali.

Apabila Ada di Tanjakan Pakai D1-3/L

Ini dia yang memperbedakan mobil matic dengan manual, disaat ada di tanjakan mobil manual perlu gunakan 1/2 kopling serta itu mesti serius imbang serta konsisten konstan. Tapi pada mobil matic hanya cukup menempatkan gigi dari D biasa ke D1-3 atau L. Gigi D1 di pakai disaat tanjakan masih rendah, apabila lumayan tinggi pakai D2. Lalu apabila udah tambah tinggi pakai D3, lantas buat jalanan yang paling terjal tanjakannya pakai gigi L serta demikian selanjutnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *